Menangisi Rembulan

malam ini begitu sejuknya
tengok sejenak ke atas sana
sang rembulan penuh hadir tersenyum
walau masih di kejauhan sana

begitu setianya kau temani bumi di sini
berharap bersatu kembali
bagai kembali awal adanya
ahh.. terjebak bumi pada romantisme masa lalu


mari sejenak tundukkan kepala
setumpuk lembaran penuh misteri suci mulai tercabik
tiada lagi indah serapi semula, berantakan acak acakan
ahh.. sudah berapa kali kubolak
balik lembar demi lembar
surat demi surat
ayat demi ayat
berapa kali sudah surat al fatihah ku ulang
berapa kali pula saat kubaca pengulangan ayat ayat surat Arrohman
berapa kali pula hati ini bergetar membaca ayat ayat tentang neraka hingga tak sanggup seluruh sel tubuh ini menitahkan mata tuk menangis
berapa kali tetesan tetesan hangat membasahi pipi ini saat membaca kisah kisah surga tempat kembali kelak
akankah berkumpul bersua kepada para kekasih tercinta disisi-Mu

wahai rembulan romadhon
kau jangan bersedih dan menangis
temani sisa sisa kemuliaanmu
dalam ketaatan, ketaqwaan tuk gapai ridho-Nya
menjadi saksi atas ketaqwaan hamba
ami
jangan menangis ya bulan
rembulan
insyaAlloh kelak kita kan bertemu kembali

Komentar

Postingan Populer